Perawatan girder trolley bertumpu pada tiga hal: memastikan roda dan rel masih dalam kondisi layak, menjaga pelumasan pada titik yang bergerak, dan memeriksa bahwa pengaman serta pengatur lebar flens tidak bergeser. Trolley memang terlihat sederhana dibanding hoist yang digantung padanya, tetapi komponen inilah yang menahan seluruh beban saat bergerak menyusuri balok.
Apa yang Dirawat pada Girder Trolley
Girder trolley terdiri dari dua pelat sisi, poros penghubung dengan pengatur jarak, empat roda beralur, dan titik gantung untuk hoist. Pada tipe geared ditambahkan roda gigi serta rantai tarik, sedangkan tipe electric memakai motor penggerak beserta unit roda gigi reduksinya. Perbedaan jenis dan cara kerjanya diuraikan pada artikel girder trolley.
Bagian yang paling menentukan umur pakai adalah roda dan bidang kontaknya dengan flens balok. Keausan di sini berjalan perlahan dan jarang disadari sampai trolley mulai terasa berat, bergeser miring, atau meninggalkan serbuk logam di sepanjang jalur.
Jadwal Inspeksi Girder Trolley
Pemeriksaan sebelum dipakai
Sebelum trolley dioperasikan, operator memeriksa hal-hal yang terlihat dari lantai: trolley bergerak bebas tanpa macet, tidak ada baut atau mur yang longgar dan hilang, pengaman atau stopper di ujung lintasan masih terpasang, dan tidak terdengar bunyi tidak wajar saat trolley digerakkan kosong. Pemeriksaan ini singkat, tetapi menangkap sebagian besar masalah yang berkembang cepat.
Pemeriksaan berkala
Pemeriksaan yang lebih rinci dilakukan terjadwal, dengan trolley diturunkan atau diakses dari ketinggian yang aman. Cakupannya meliputi pengukuran keausan roda, kondisi bantalan, kekencangan poros dan mur pengatur, keadaan rantai tarik pada tipe geared, serta kondisi motor dan kabel pada tipe electric. Frekuensinya mengikuti intensitas pemakaian dan ketentuan pembuat unit, dengan jadwal yang lebih rapat pada trolley yang bekerja hampir sepanjang shift.
Hasil pemeriksaan sebaiknya dicatat agar perubahan kondisi bisa dibandingkan antarperiode. Kerangka pencatatan dan penandaan alat yang sudah diperiksa dibahas pada artikel color coding inspeksi alat angkat.
Inspeksi Roda dan Rel
Roda trolley diperiksa pada tiga sisi. Pertama, permukaan alur yang menapak flens: cari penipisan, bibir roda yang menajam, atau bekas gerusan yang tidak rata antara roda satu dan lainnya. Kedua, kebebasan putaran: roda diputar dengan tangan untuk merasakan adanya titik seret, bunyi kasar, atau kocak yang menandakan bantalan mulai rusak. Ketiga, posisi roda terhadap flens, yaitu apakah keempat roda masih menapak merata.
Rel atau balok lintasan tidak boleh luput dari pemeriksaan. Flens yang terkelupas catnya, berkarat tebal, bergelombang, atau memiliki sambungan yang tidak rata akan mempercepat keausan roda. Lebar flens juga perlu dicek ulang bila trolley dipindahkan ke balok lain, karena setiap trolley memiliki rentang penyetelan tertentu. Perbandingan dengan alternatif penggantung lain dibahas pada artikel beam clamp vs girder trolley.
Pelumasan Girder Trolley
Titik yang perlu dilumasi
Pelumasan diarahkan pada bagian yang berputar dan bergesekan, yaitu bantalan roda, poros penghubung beserta mur pengaturnya, serta roda gigi dan rantai tarik pada tipe geared. Gunakan pelumas sesuai rekomendasi pembuat unit, dan bersihkan dulu kotoran lama sebelum menambahkan pelumas baru agar gram logam tidak ikut terbawa masuk.
Bagian yang justru harus bersih
Permukaan alur roda yang bersentuhan dengan flens dan permukaan flens itu sendiri tidak dilumasi. Lapisan oli pada bidang ini membuat trolley meluncur sendiri saat lintasan tidak benar-benar datar, dan pada tipe geared mengurangi cengkeraman roda penggerak. Pelumas yang menetes ke flens sebaiknya segera dibersihkan.
Kriteria Afkir Girder Trolley
Trolley dihentikan pemakaiannya dan tidak boleh dipakai kembali sebelum diperbaiki bila ditemukan kondisi berikut:
- Pelat sisi bengkok, retak, atau melar pada lubang porosnya.
- Poros penghubung bengkok, ulirnya rusak, atau mur pengaturnya tidak bisa dikunci.
- Roda retak, pecah pada bibirnya, atau aus melewati batas yang ditetapkan pembuat unit.
- Bantalan roda kocak, macet, atau mengeluarkan bunyi kasar saat diputar.
- Titik gantung hoist aus, berubah bentuk, atau pengamannya hilang.
- Pengaman antijatuh dan stopper lintasan hilang atau tidak lagi berfungsi.
- Pada tipe electric, kabel terkelupas, motor panas berlebihan, atau rem penggerak tidak menahan.
Komponen yang aus diganti dengan suku cadang yang sesuai model, bukan yang sekadar muat. Pertimbangan memilih suku cadang alat angkat dibahas pada artikel spare part electric chain hoist.
Masalah Umum dan Penyebabnya
Trolley yang terasa berat didorong biasanya berasal dari bantalan kering atau kotor, roda yang sudah aus tidak merata, atau penyetelan lebar yang terlalu rapat sehingga roda menjepit flens. Sebaliknya, trolley yang terasa goyang dan mudah miring umumnya disetel terlalu longgar.
Keausan roda yang berat hanya di satu sisi sering menandakan beban yang tidak lurus di bawah titik gantung. Penarikan menyamping membuat roda menekan flens dengan sudut yang salah; dampaknya terhadap alat angkat secara umum dijelaskan pada artikel side pull pada hoist dan chain block.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Seberapa sering girder trolley perlu diperiksa?
Pemeriksaan visual singkat dilakukan setiap sebelum pemakaian oleh operator, sedangkan pemeriksaan rinci dilakukan terjadwal mengikuti intensitas pemakaian dan ketentuan pembuat unit. Trolley yang bekerja hampir sepanjang shift memerlukan jadwal yang lebih rapat daripada yang dipakai sesekali.
Apa tanda roda trolley sudah aus dan harus diganti?
Tanda yang umum adalah alur roda menipis dan bibirnya menajam, permukaan tapak bergerigi atau aus tidak merata antarroda, roda tidak lagi menapak rata pada flens, serta munculnya serbuk logam di sepanjang lintasan. Batas keausan yang diizinkan mengikuti ketentuan pembuat unit.
Bagian trolley mana yang perlu dilumasi?
Bantalan roda, poros penghubung beserta mur pengaturnya, dan pada tipe geared juga roda gigi serta rantai tariknya. Permukaan alur roda dan flens balok tidak dilumasi karena akan membuat trolley meluncur sendiri dan mengurangi cengkeraman roda penggerak.
Kenapa trolley seret atau macet saat didorong?
Penyebab tersering adalah bantalan yang kering atau kemasukan kotoran, roda yang sudah aus, penyetelan lebar trolley yang terlalu rapat terhadap flens, atau kondisi flens yang berkarat tebal dan tidak rata. Periksa ketiganya secara berurutan sebelum memutuskan mengganti komponen.
Apakah geared trolley dan plain trolley punya perawatan yang berbeda?
Dasarnya sama, yaitu pemeriksaan roda, bantalan, poros, dan penyetelan lebar. Geared trolley menambahkan pemeriksaan roda gigi dan rantai tarik, sedangkan plain trolley tidak memilikinya sehingga perawatannya lebih sederhana.
Menjaga Trolley Tetap Ringan dan Aman Dipakai
Perawatan girder trolley tidak menuntut waktu lama, tetapi menuntut keteraturan. Pemeriksaan singkat sebelum pemakaian ditambah pemeriksaan berkala yang tercatat sudah cukup menahan sebagian besar kerusakan yang biasanya muncul mendadak. Katalog TOYO-INTL Indonesia menyediakan girder trolley beserta data teknisnya, termasuk lini geared trolley seperti Geared Trolley Toyo GCL 10 Ton. Panduan perawatan alat angkat lainnya bisa dibaca pada kategori Perawatan Alat Angkat.


