Ukuran pallet standar yang paling umum dipakai di Indonesia adalah 1100 × 1100 mm dan 1200 × 1000 mm, sementara standar internasional ISO 6780 mengakui enam ukuran sekaligus. Pilihan ukuran menentukan berapa banyak barang yang muat dalam satu kontainer, apakah pallet duduk rapi di rak gudang, dan apakah garpu hand pallet bisa masuk dengan aman. Bagian berikut merinci keenam ukuran ISO, ukuran yang banyak beredar di dalam negeri, serta cara menyesuaikannya dengan rak, kontainer, dan alat angkut yang sudah Anda miliki.
Mengapa Ukuran Pallet Menentukan Biaya Logistik
Pallet adalah alas tempat barang ditumpuk agar bisa diangkat dan dipindahkan sebagai satu unit. Begitu ukurannya ditetapkan, ukuran itu ikut mengunci banyak keputusan lain: lebar lorong gudang, dimensi rak, panjang garpu hand pallet, sampai pola susun di dalam kontainer. Mengganti ukuran pallet di tengah jalan berarti menyesuaikan semuanya sekaligus.
Dampaknya paling terasa pada ruang yang terbuang. Pallet yang terlalu kecil untuk rak meninggalkan celah yang tidak terpakai, sementara pallet yang sedikit lebih besar dari lebar dalam kontainer memaksa penyusunan satu baris saja dan membuang kapasitas angkut. Karena itu pemilihan ukuran sebaiknya dimulai dari kendala terbesar di rantai distribusi Anda, bukan dari ukuran yang kebetulan tersedia di pemasok.
Enam Ukuran Pallet Standar ISO 6780
ISO 6780 adalah standar internasional yang mengatur dimensi pallet datar untuk penanganan material antarwilayah. Standar ini tidak menunjuk satu ukuran tunggal, melainkan mengakui enam dimensi yang masing-masing berkembang di kawasan berbeda:
- 1200 × 1000 mm — banyak dipakai di Asia dan Eropa, termasuk untuk pengiriman ekspor dari Indonesia.
- 1200 × 800 mm — dikenal sebagai Euro Pallet dan menjadi ukuran utama di Eropa.
- 1219 × 1016 mm — setara 48 × 40 inci, standar GMA di Amerika Utara.
- 1140 × 1140 mm — umum di Australia dan sebagian Asia Tenggara.
- 1100 × 1100 mm — standar kawasan Asia Timur, termasuk Jepang dan Korea.
- 1067 × 1067 mm — dipakai di Amerika Utara dan Inggris.
Perlu dicatat bahwa yang distandarkan adalah panjang dan lebar permukaan, bukan tinggi maupun kapasitas beban. Tinggi, tebal papan, dan kekuatan pallet ditentukan oleh bahan dan konstruksi dari produsen, sehingga dua pallet dengan dimensi sama bisa memiliki kemampuan menahan beban yang berbeda jauh.
Ukuran Pallet yang Umum Dipakai di Indonesia
Indonesia tidak memiliki satu ukuran pallet yang diwajibkan secara nasional. Yang terjadi di lapangan, dua ukuran paling sering ditemui adalah 1100 × 1100 mm dan 1200 × 1000 mm. Ukuran 1100 × 1100 mm berbentuk bujur sangkar sehingga bisa dimasuki garpu dari arah mana pun tanpa perlu memutar beban, dan sering dipilih karena relatif fleksibel untuk muatan kontainer 20 kaki maupun 40 kaki.
Ukuran 1200 × 1000 mm banyak dipakai pabrik yang berorientasi ekspor karena mengikuti salah satu dimensi ISO yang paling luas diterima. Sebagian pemasok lokal menuliskannya terbalik sebagai 1000 × 1200 mm; keduanya merujuk pada pallet yang sama, hanya berbeda urutan penyebutan sisi panjang dan lebar. Ukuran 1200 × 800 mm tetap tersedia, biasanya untuk pengiriman ke pasar Eropa.
Di luar tiga ukuran itu, banyak pabrik memakai pallet ukuran khusus yang dibuat mengikuti dimensi produknya sendiri. Pendekatan ini masuk akal untuk pemakaian internal, tetapi menyulitkan ketika barang harus keluar dari pabrik dan masuk ke sistem rak atau kontainer milik pihak lain.
Jenis Pallet dan Pengaruhnya pada Dimensi
Bahan: Kayu, Plastik, dan Logam
Pallet kayu paling murah dan mudah diperbaiki, tetapi menyerap air, bisa berjamur, dan untuk ekspor umumnya harus melewati perlakuan karantina sesuai aturan negara tujuan. Pallet plastik lebih bersih, bobotnya konsisten, dan cocok untuk industri makanan atau farmasi, dengan harga awal lebih tinggi. Pallet logam dipakai untuk beban berat atau lingkungan bersuhu tinggi, dan umumnya dibuat sesuai pesanan.
Arah Masuk Garpu: Two Way dan Four Way
Pallet two way entry hanya bisa dimasuki garpu dari dua sisi yang berhadapan, sedangkan four way entry bisa dimasuki dari keempat sisi. Tipe four way mempersingkat manuver di lorong sempit karena operator tidak perlu memutar pallet, dan ukuran bujur sangkar seperti 1100 × 1100 mm hampir selalu dibuat dengan empat arah masuk. Cek hal ini sebelum membeli, karena banyak keluhan garpu tidak bisa masuk sebenarnya berasal dari salah pilih tipe, bukan dari ukuran.
Single Deck dan Double Deck
Pallet single deck hanya memiliki permukaan papan di sisi atas, sedangkan double deck memiliki papan di sisi bawah juga. Papan bawah membuat beban tersalur lebih merata saat pallet ditumpuk atau diletakkan di atas balok rak, tetapi menambah bobot dan tinggi keseluruhan. Untuk penyimpanan di rak, pallet double deck umumnya lebih aman.
Menyesuaikan Pallet dengan Hand Pallet dan Rak Gudang
Setelah ukuran pallet ditentukan, langkah berikutnya memastikan alat angkut cocok. Panjang garpu hand pallet truck hidrolik harus cukup menjangkau hampir seluruh panjang pallet agar beban tertopang merata; garpu yang terlalu pendek membuat ujung pallet menggantung dan papan melengkung. Jarak antar-garpu juga harus sesuai dengan jarak antar-balok pallet, dan unitnya bisa dilihat pada kategori produk hydraulic truck hand pallet.
Untuk gudang dengan frekuensi pemindahan tinggi atau jarak tempuh jauh, electric pallet truck mengurangi beban fisik operator. Sementara pada rak, sisakan ruang bebas di kiri, kanan, dan atas pallet agar operator tidak menyenggol rangka saat memasukkan beban. Penerapan rotasi stok seperti metode FIFO juga jauh lebih mudah ketika ukuran pallet seragam.
Membaca Kapasitas Beban Pallet
Produsen pallet biasanya mencantumkan tiga angka kapasitas yang berbeda, dan ketiganya tidak boleh ditukar. Static load adalah beban maksimum saat pallet diam di lantai, angkanya paling besar. Dynamic load adalah beban maksimum saat pallet diangkat dan dipindahkan, nilainya lebih kecil. Racking load adalah beban maksimum saat pallet hanya ditumpu pada dua sisinya di rak, dan ini angka paling kecil sekaligus paling sering diabaikan.
Kesalahan yang umum terjadi adalah memakai angka static load untuk menentukan beban di rak. Selalu pakai racking load sebagai acuan penyimpanan, dan mintalah data ini secara tertulis dari pemasok, bukan perkiraan lisan.
Cara Memilih Ukuran Pallet
- Mulai dari kendala yang paling kaku: dimensi rak yang sudah terpasang atau lebar dalam kontainer yang rutin dipakai.
- Cocokkan dengan ukuran kemasan produk agar tidak ada sisa ruang besar di tepi pallet.
- Pastikan panjang garpu dan jarak antar-garpu alat angkut Anda sesuai dengan pallet yang dipilih.
- Tentukan bahan berdasarkan kebersihan, kelembapan, dan persyaratan ekspor di negara tujuan.
- Pilih four way entry bila lorong gudang sempit atau arah pengambilan sering berubah.
- Minta data static, dynamic, dan racking load secara tertulis sebelum memesan dalam jumlah besar.
- Seragamkan ukuran sebisa mungkin, karena campuran banyak ukuran menyulitkan penyusunan dan menaikkan risiko beban tidak stabil.
Perawatan dan Keselamatan Penggunaan Pallet
Periksa pallet sebelum dipakai. Papan retak atau patah, paku dan sekrup yang menonjol, balok yang pecah, serta permukaan licin karena oli adalah alasan untuk menyingkirkan pallet dari peredaran. Pallet kayu yang sudah basah dan lapuk kehilangan sebagian kekuatannya meskipun dari luar terlihat utuh.
Simpan pallet kosong di tempat kering dan rata, jangan disandarkan berdiri karena mudah roboh. Jangan menumpuk beban melebihi batas yang direkomendasikan, dan jangan memakai pallet sebagai pijakan untuk naik. Untuk gambaran lebih luas soal pemilihan alat pemindah barang, tersedia perbandingan hand pallet dan forklift serta katalog lengkap TOYO-INTL Indonesia. Artikel sejenis bisa ditelusuri pada kategori Material Handling.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa ukuran pallet standar di Indonesia?
Indonesia tidak mewajibkan satu ukuran tunggal. Di lapangan, ukuran yang paling sering dipakai adalah 1100 × 1100 mm dan 1200 × 1000 mm. Ukuran 1200 × 800 mm juga tersedia, umumnya untuk pengiriman ke pasar Eropa.
Apa saja ukuran pallet standar internasional menurut ISO?
ISO 6780 mengakui enam ukuran: 1200 × 1000 mm, 1200 × 800 mm, 1219 × 1016 mm (48 × 40 inci), 1140 × 1140 mm, 1100 × 1100 mm, dan 1067 × 1067 mm. Masing-masing berkembang di kawasan yang berbeda.
Apa beda pallet 2 way dan 4 way entry?
Pallet 2 way entry hanya bisa dimasuki garpu dari dua sisi yang berhadapan, sedangkan 4 way entry bisa dimasuki dari keempat sisi. Tipe 4 way lebih praktis di lorong sempit karena pallet tidak perlu diputar lebih dulu sebelum diangkat.
Berapa kapasitas beban pallet?
Angkanya berbeda menurut bahan dan konstruksi, sehingga harus dilihat pada data produsen. Yang penting dipahami, ada tiga angka: static load saat pallet diam di lantai, dynamic load saat dipindahkan, dan racking load saat hanya ditumpu dua sisi di rak. Racking load adalah yang paling kecil dan menjadi acuan untuk penyimpanan di rak.
Ukuran pallet mana yang paling cocok untuk kontainer?
Tidak ada jawaban tunggal karena bergantung pada lebar dalam kontainer dan pola susun barang. Ukuran bujur sangkar 1100 × 1100 mm sering dipilih karena dinilai lebih fleksibel untuk kontainer 20 kaki maupun 40 kaki, tetapi sebaiknya hitung dulu pola susunnya memakai dimensi kontainer yang benar-benar Anda pakai.


